|
About |
|
Catatan Kitting
Kumpulan Naskah
Celoteh bebas
Sebuah catatan
Jejak jejak yg hilang
Foto album
Apa saja
Salam
Kitting
|
|
|
Ikut berduka untuk korban gempa Yogya
|
Ikut berduka untuk korban gempa Yogya.
Pipit sedang diYogya. Sulit sekali untuk menelpon kesana, tapi untunglah dia selamat. Keberangkatanya keBali diundur karna bandara rusak. Itu saja yang aku dapat beritanya.
Coba-coba telpon tetap tidak masuk sampai malam ini.
Kitting. |
|
kitting 27/05/06 2:51 PM | Comments (0) |
|
NOVEL EMIL W AULIA
|
PROMOSI NOVEL EMIL W AULIA

Carut marut dunia perburuhan di Indonesia dewasa ini bukanlah hal baru. Seperti menjadi takdir dalam sejarah, para pekerja memang selalu dalam posisi tak berdaya.
Percayakah Anda, pada awal abad XX harga seorang manusia Indonesia tidak lebih mahal dari harga seekor sapi? Perdagangan manusia benar-benar terjadi (dan diiklankan!) pada masa itu. Berlomba-lomba para makelar memasang advertensi mencari dan menyalurkan tenaga kerja ---orang Jawa, Sunda, Madura dan Cina-- untuk mengurus pohon di sebuah perkebunan. Bukan sembarang pohon, tapi konon, pohon berdaun uang. Orang pun berbondong-bondong pergi ke tanah yang bernama Deli itu. Sampai di sana, bukan pohon uang yang ditemukan tetapi para tuan kebun Belanda yang menjadikan mereka kuli kontrak.
Perbudakan terjadi di balik rimbunnya daun-daun tembakau. Tak banyak yang tahu bahwa tembakau Deli yang terkenal di seluruh dunia, akarnya telah menyerap keringat, air mata, dan darah para kuli. Kolusi terjadi antara penguasa daerah dengan tuan kebun. Poenale Sanctie menjadi tameng yang melegalkan kekejaman mereka. Tak ada hukum yang dapat melindungi para kuli. Sampai seorang advokat mengungkap-kan perbudakan yang keji itu dalam sebuah tulisan berjudul Millioenen uit Deli. Sebuah tulisan yang menggemparkan negeri Belanda pada tahun 1902.
TELAH TERBIT!
BERJUTA-JUTA DARI DELI, SATOE HIKAJAT KOELI CONTRACT
NOVEL KARYA EMIL W AULIA
PENERBIT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA, JAKARTA
TERSEDIA DI SELURUH TOKO BUKU GRAMEDIA.
Untuk mengetahui detail buku silakan klik http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=GDSP0153&jenis=2&kat
Tags: derita kuli jawa, sunda, madura dan cina |
|
kitting 07/05/06 2:31 PM | Comments (0) |
|
Malas
|
Lagi malas menulis Malas malas malas Pokoknya malas
|
|
kitting 14/04/06 2:15 PM | Comments (0) |
|
Upload lagi (dari blog Uni)
|
(dari blog UNI) For Aceh Culture & Nature Festival - (children poetry reading) Calang March 25, 2006
1) KITA TELAH KEHILANGAN
Kita telah kehilangan simfoni burung-burung di pagi hari berganti jerit riuh kendaraan, manusia-manusia yang berlari didesak. Didesak-desak kebutuhan-kebutuhan manusia kini berlari mengejar materi. tamak. tak henti. tak hentihenti
Kita telah kehilangan lembut angin menerbangkan aroma rumput wangi berganti aroma sampah bertebaran
Kita telah kehilangan murni udara pohon-pohon hijau Kini hanya tersisa hutan-hutan yang risau satwa-satwa yang gelisah pohon-pohon yang resah (kapan giliran mereka disesah?)
Kita telah kehilangan senja dan langit berwarna jingga di hari-hari kita berganti kini dengan keruh mega tertutup emisi gas rumah kaca
Kita telah kehilangan musim yang manis Yang dulu silih berganti dengan teratur tak seperti kini hujan dan kemarau tertukar pada musim yang tak benar
Kita telah kehilangan Tak terhitung bilangan
Akankah kita kehilangan lagi anak-anak masa depan tanpa harapan?
5 Juni 2005 Sajak Hari Lingkungan yang terlambat di posting
2) BANGAU-BANGAU RISAU
Bangau-bangau tersesat depan rumahku nyasar, kehilangan habitat sukar bedakan genangan banjir dan sisa rawa yang tersingkir
bangau-bangau mengungsi mencari sisa bakau, tak mengerti lagi kemana bisa pergi mencari damai pada musim yang rancu hujan dan kemarau yang tak tentu
bangau-bangau terbang ke arah cahaya menghilang mencoba menagih janji matahari bahwa esok pagi ada harapan lagi.
Darussalam, 31 Maret ‘04
3) HUTAN HUJAN
Tahukan teman manfaat hutan hujan yang hanya ada di khatulistiwa hutan yang lebat menyimpan kekayaan disana hidup bermacam-macam fauna
Sejak jutaan tahun yang lalu hutan tropis menyimpan rahasia alam disana sumberair tersedia selalu di bawah rimbun pohon ada harta terpendam
Dilantai hutan tempat bermacam kehidupan binatang melata, serangga dan mamalia juga burung-burung, kupu-kupu dan bunga-bunga semua diciprtakannya untuk manusia
Pohon-pohon menghasilkan udara yang kita hirup senantiasa hutan kita menjadi paru-paru dunia maka lestarikanlah sepanjang masa
Darussalam, 16 Mei 2004
4) KUPU-KUPU
kupu-kupu hitam putih menari di kelopak bunga mencium aroma semerbak menebar wangi
kupu-kupu kuning terang terbang melingkari kembang-kembang tersenyum kepada pagi
selamat pagi bumi, selamat pagi matahari! hangatilah kami hari ini temanku kumbang akan datang bersama berdendang di taman ini habiskan waktu bersenang-senang
sahabatku serangga akan menggesek nada dari sayap indahnya
kupu-kupu, kumbang dan serangga berpesta di taman indah bersama pohon, rumput dan bunga-bunga
kupu-kupu, kumbang dan serangga memindahkan serbuk sari dari bunga ke bunga pohon ke pohon membantu keberlangsungan kehidupan tumbuh-tumbuhan
Lamreueng, Minggu 21 Nov '04
5) TEMANKU KETAM BERKAKI MERAH
Senja. Pada angin. Pada rumput. Pada pohon pinggir kali Usai hujan. Panorama selari Senja. Ketam-ketam berebut kulit jeruk terbit ibaku, betapa nelangsa hidupmu mungkin sengsara sebab smakin sempit daerah jelajahmu, ditimbuni menjadi rumah-rumah
Mengitipmu melarikan kulit jeruk ke liang yang antik berceruk-ceruk berpasir-pasir seperti istana impian masa kecil mengapa baru kusadari keindahan ini
tenanglah kawan kan kubiar kau aman mendekam takkan kutimbun jadikan kebun biarlah bunga-bunga mekar di hatiku saja tanpa perlu mengorbankanmu kita bisa berteman berbagi senja, berbagi sepi berbagi arti kebesaranNya
Lamreung, Jun 26, ‘04 |
|
kitting 25/03/06 4:41 PM | Comments (0) |
|
|
Links |
|
|
|